Perbedaan Subsquid dan Codatta: Subsquid diperdagangkan di Rp801,61 (kapitalisasi pasar Rp886,96M, volume 24 jam Rp74,02M), sedangkan Codatta diperdagangkan di Rp123,97 (kapitalisasi pasar Rp307,65M, volume 24 jam Rp16,33M). Perbedaan utamanya: Subsquid jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar Codatta, dan suplai beredar Subsquid 1,1B / 1,3B SQD (84%) dibanding 2,5B / 10B XNY (25%) milik Codatta. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Subsquid selama 8 Hari dan Codatta selama 4 Hari.
| SQD | XNY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp886,96M | Rp307,65M |
Volume (24h) | Rp74,02M | Rp16,33M |
Suplai yang Beredar | 1,1B / 1,3B SQD (84%) | 2,5B / 10B XNY (25%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →Codatta adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mengubah pengetahuan manusia dan AI menjadi aset digital yang dapat dimiliki dan menghasilkan royalti. Kontributor dapat memecah data menjadi aset fraksional dengan potensi pendapatan berkelanjutan. Beroperasi di BNB Chain, Ethereum, dan Solana, Codatta menyediakan pelacakan asal data, lisensi, serta distribusi pembayaran otomatis untuk ekosistem AI dan DeSci.
Selengkapnya di halaman XNY →