Perbedaan Subsquid dan HumidiFi: Subsquid diperdagangkan di Rp804,46 (kapitalisasi pasar Rp907,19M, volume 24 jam Rp75,9M), sedangkan HumidiFi diperdagangkan di Rp1.245 (kapitalisasi pasar Rp212,44M, volume 24 jam Rp53,76M). Perbedaan utamanya: Subsquid jauh lebih besar — sekitar 4,3× kapitalisasi pasar HumidiFi, dan suplai beredar Subsquid 1,1B / 1,3B SQD (84%) dibanding 170,7M / 1B WET (18%) milik HumidiFi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Subsquid selama 8 Hari dan HumidiFi selama 7 Hari.
| SQD | WET | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp907,19M | Rp212,44M |
Volume (24h) | Rp75,9M | Rp53,76M |
Suplai yang Beredar | 1,1B / 1,3B SQD (84%) | 170,7M / 1B WET (18%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →HumidiFi adalah DEX terbesar di Solana berdasarkan volume, memproses lebih dari $1 miliar per hari dan mencatat sekitar 35% aktivitas spot di jaringan. Sebagai “prop AMM”, platform ini menggabungkan eksekusi on-chain dengan logika market-making institusional untuk menghadirkan spread lebih ketat, likuiditas lebih dalam, dan eksekusi lebih optimal dibandingkan DEX atau CEX pada umumnya.
Selengkapnya di halaman WET →