Perbedaan Subsquid dan Tether USDT: Subsquid diperdagangkan di Rp791,97 (kapitalisasi pasar Rp897,94M, volume 24 jam Rp75,62M), sedangkan Tether USDT diperdagangkan di Rp17.859 (kapitalisasi pasar Rp3.270,76T, volume 24 jam Rp711,76T). Perbedaan utamanya: Tether USDT jauh lebih besar — sekitar 3642,5× kapitalisasi pasar Subsquid, dan suplai Subsquid dibatasi (1,1B / 1,3B SQD (84%)), sedangkan Tether USDT terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Subsquid selama 8 Hari dan Tether USDT selama 84 Hari.
| SQD | USDT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp897,94M | Rp3.270,76T |
Volume (24h) | Rp75,62M | Rp711,76T |
Suplai yang Beredar | 1,1B / 1,3B SQD (84%) | 183,2B USDT |
Typical Hold Time | 8 Hari | 84 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →USDT adalah stablecoin yang mencerminkan harga dolar AS yang diluncurkan oleh Tether. USDT dibangun pada blockchain Bitcoin dan kemudian diperbarui untuk bisa bekerja pada blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Nilai USDT dijamin oleh Tether untuk tetap diukur dengan dolar AS.
Selengkapnya di halaman USDT →