Perbedaan Subsquid dan Turtle: Subsquid diperdagangkan di Rp840,79 (kapitalisasi pasar Rp933,43M, volume 24 jam Rp135,45M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp775,09 (kapitalisasi pasar Rp120,27M, volume 24 jam Rp18,65M). Perbedaan utamanya: Subsquid jauh lebih besar — sekitar 7,8× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar Subsquid 1,1B / 1,3B SQD (84%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Subsquid selama 8 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| SQD | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp933,43M | Rp120,27M |
Volume (24h) | Rp135,45M | Rp18,65M |
Suplai yang Beredar | 1,1B / 1,3B SQD (84%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →