Perbedaan Subsquid dan Theta Network: Subsquid diperdagangkan di Rp807,12 (kapitalisasi pasar Rp907,19M, volume 24 jam Rp75,9M), sedangkan Theta Network diperdagangkan di Rp2.386 (kapitalisasi pasar Rp2,39T, volume 24 jam Rp53,1M). Perbedaan utamanya: Theta Network jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Subsquid, dan suplai beredar Subsquid 1,1B / 1,3B SQD (84%) dibanding 1B / 1B THETA (100%) milik Theta Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Subsquid selama 8 Hari dan Theta Network selama 76 Hari.
| SQD | THETA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp907,19M | Rp2,39T |
Volume (24h) | Rp75,9M | Rp53,1M |
Suplai yang Beredar | 1,1B / 1,3B SQD (84%) | 1B / 1B THETA (100%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 76 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →THETA adalah jaringan bertenaga blockchain yang dibuat khusus untuk streaming video. Konsep bisnis utama Theta adalah mendesentralisasikan streaming video, pengiriman data, dan edge computing, menjadikannya lebih efisien, hemat biaya, dan adil bagi pelaku industri.
Selengkapnya di halaman THETA →