Perbedaan Subsquid dan TAC Protocol: Subsquid diperdagangkan di Rp840,56 (kapitalisasi pasar Rp890,64M, volume 24 jam Rp84,54M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp50,55 (kapitalisasi pasar Rp236,74M, volume 24 jam Rp23,6M). Perbedaan utamanya: Subsquid jauh lebih besar — sekitar 3,8× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai Subsquid dibatasi (1,1B / 1,3B SQD (84%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Subsquid selama 8 Hari dan TAC Protocol selama 5 Hari.
| SQD | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp890,64M | Rp236,74M |
Volume (24h) | Rp84,54M | Rp23,6M |
Suplai yang Beredar | 1,1B / 1,3B SQD (84%) | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 8 Hari | 5 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token SQD saat ini diperdagangkan pada Rp847,24 dengan sinyal teknis bullish yang kuat dari moving averages (13 buy, 0 sell). Harga berada dekat dengan titik pivot Rp862 dengan support kuat di Rp765. Supply yang terbatas (1,3M token maksimal) dan sirkulasi 84% menunjukkan tokenomics yang sehat. RSI menunjukkan kondisi overbought yang perlu diwaspadai.
Outlook keseluruhan positif dengan momentum bullish, namun investor harus waspada terhadap volatilitas tinggi dan kondisi overbought. Peluang utama terletak pada momentum teknis yang kuat, sementara risiko utama adalah koreksi akibat RSI yang sangat tinggi dan volatilitas kripto yang melekat.
TAC Protocol saat ini diperdagangkan pada harga Rp50,595 dengan kapitalisasi pasar Rp235,59 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish berdasarkan rata-rata bergerak. Token ini menghadapi tekanan jual dengan support kunci di Rp48–50 dan resistance di Rp52–55. RSI jangka pendek menunjukkan kondisi oversold, namun tidak ada update fundamental signifikan yang dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati karena momentum bearish dan volume perdagangan terbatas. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari level support, sementara risiko termasuk volatilitas tinggi dan likuiditas rendah. Investor harus memantau perkembangan protokol dan aktivitas on-chain untuk konfirmasi tren.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →