Perbedaan Subsquid dan Starknet: Subsquid diperdagangkan di Rp548,19 (kapitalisasi pasar Rp557M, volume 24 jam Rp70,43M), sedangkan Starknet diperdagangkan di Rp526,06 (kapitalisasi pasar Rp3,48T, volume 24 jam Rp433,46M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 6,2× kapitalisasi pasar Subsquid, dan suplai Subsquid dibatasi (1B / 1,3B SQD (76%)), sedangkan Starknet terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Subsquid selama 8 Hari dan Starknet selama 73 Hari.
| SQD | STRK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp557M | Rp3,48T |
Volume (24h) | Rp70,43M | Rp433,46M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1,3B SQD (76%) | 6,6B STRK |
Typical Hold Time | 8 Hari | 73 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Subsquid (SQD) saat ini diperdagangkan di zona bearish dengan harga Rp556,03, di bawah pivot point Rp539, mencerminkan tekanan jual yang kuat berdasarkan sinyal teknis. Token ini memiliki kapitalisasi pasar Rp562,74 juta dengan sirkulasi 76% dari total supply 1,3 juta SQD. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat dalam periode terakhir.
Outlook keseluruhan menunjukkan risiko dominan dengan momentum bearish yang kuat, meskipun RSI mendekati oversold mungkin memberikan peluang bounce teknis. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi, likuiditas terbatas, dan tekanan jual berkelanjutan. Investor harus memantau level support kritis di Rp490 untuk konfirmasi arah selanjutnya.
Starknet (STRK) saat ini diperdagangkan pada harga Rp538,79 dengan sinyal teknis bearish yang kuat, di mana moving averages menunjukkan 13 sinyal jual dan nol sinyal beli. Harga berada di dekat resistance R1 (Rp539) dengan support terdekat di S1 (Rp509). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold (15.78), namun momentum jangka pendek masih lemah. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang dilaporkan dalam beberapa pekan terakhir.
Outlook keseluruhan bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang muncul dari kondisi oversold RSI yang mungkin memicu rebound teknis, namun tekanan jual masih dominan. Risiko utama termasuk kelemahan pasar crypto secara keseluruhan dan rendahnya likuiditas dengan volume perdagangan terbatas. Investor harus waspada terhadap potensi penurunan lebih dalam menuju support S2 (Rp498).
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →