Perbedaan Spark dan 0x Protocol: Spark diperdagangkan di Rp251,21 (kapitalisasi pasar Rp768,54M, volume 24 jam Rp82,15M), sedangkan 0x Protocol diperdagangkan di Rp1.378 (kapitalisasi pasar Rp1,17T, volume 24 jam Rp64,8M). Perbedaan utamanya: 0x Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Spark 3,1B / 10B SPK (31%) dibanding 848,4M / 1B ZRX (85%) milik 0x Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Spark selama 13 Hari dan 0x Protocol selama 137 Hari.
| SPK | ZRX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp768,54M | Rp1,17T |
Volume (24h) | Rp82,15M | Rp64,8M |
Suplai yang Beredar | 3,1B / 10B SPK (31%) | 848,4M / 1B ZRX (85%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 137 Hari |
Spark adalah alokator modal on-chain dengan $3,86 miliar yang dikerahkan di DeFi, CeFi, dan aset dunia nyata (RWA). Spark meningkatkan efisiensi modal secara skala besar dengan menyeimbangkan alokasi secara otomatis sesuai kondisi pasar, sambil menjaga profil risiko konservatif. Proyek ini mengatasi inefisiensi DeFi seperti likuiditas terfragmentasi, imbal hasil tidak stabil, dan stablecoin yang menganggur, serta menyediakan likuiditas dalam, konsisten, dan pendapatan bebas biaya melalui produk seperti sUSDS dan sUSDC.
Selengkapnya di halaman SPK →0x adalah protokol infrastruktur yang memungkinkan pengguna untuk dengan mudah berdagang token ERC20 dan aset lainnya di blockchain Ethereum tanpa bergantung pada perantara terpusat seperti bursa cryptocurrency tradisional. Kasus penggunaan untuk protokol 0x mencakup: pasar bergaya eBay untuk barang dan layanan digital, trading desk OTC, fungsi pertukaran untuk protokol DeFi dan pertukaran desentralisasi biasa.
Selengkapnya di halaman ZRX →