Perbedaan Spark dan Walrus: Spark diperdagangkan di Rp314,23 (kapitalisasi pasar Rp937,54M, volume 24 jam Rp228,23M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp561,35 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp64,6M). Perbedaan utamanya: Walrus lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Spark 3B / 10B SPK (30%) dibanding 2,5B / 5B WAL (50%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Spark selama 11 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| SPK | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp937,54M | Rp1,38T |
Volume (24h) | Rp228,23M | Rp64,6M |
Suplai yang Beredar | 3B / 10B SPK (30%) | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 11 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Spark adalah alokator modal on-chain dengan $3,86 miliar yang dikerahkan di DeFi, CeFi, dan aset dunia nyata (RWA). Spark meningkatkan efisiensi modal secara skala besar dengan menyeimbangkan alokasi secara otomatis sesuai kondisi pasar, sambil menjaga profil risiko konservatif. Proyek ini mengatasi inefisiensi DeFi seperti likuiditas terfragmentasi, imbal hasil tidak stabil, dan stablecoin yang menganggur, serta menyediakan likuiditas dalam, konsisten, dan pendapatan bebas biaya melalui produk seperti sUSDS dan sUSDC.
Selengkapnya di halaman SPK →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →