Perbedaan Spark dan Unibase: Spark diperdagangkan di Rp315,29 (kapitalisasi pasar Rp937,54M, volume 24 jam Rp228,23M), sedangkan Unibase diperdagangkan di Rp1.533 (kapitalisasi pasar Rp3,82T, volume 24 jam Rp5,74T). Perbedaan utamanya: Unibase jauh lebih besar — sekitar 4,1× kapitalisasi pasar Spark, dan suplai beredar Spark 3B / 10B SPK (30%) dibanding 2,5B / 10B UB (25%) milik Unibase. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Spark selama 11 Hari dan Unibase selama 2 Hari.
| SPK | UB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp937,54M | Rp3,82T |
Volume (24h) | Rp228,23M | Rp5,74T |
Suplai yang Beredar | 3B / 10B SPK (30%) | 2,5B / 10B UB (25%) |
Typical Hold Time | 11 Hari | 2 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Spark adalah alokator modal on-chain dengan $3,86 miliar yang dikerahkan di DeFi, CeFi, dan aset dunia nyata (RWA). Spark meningkatkan efisiensi modal secara skala besar dengan menyeimbangkan alokasi secara otomatis sesuai kondisi pasar, sambil menjaga profil risiko konservatif. Proyek ini mengatasi inefisiensi DeFi seperti likuiditas terfragmentasi, imbal hasil tidak stabil, dan stablecoin yang menganggur, serta menyediakan likuiditas dalam, konsisten, dan pendapatan bebas biaya melalui produk seperti sUSDS dan sUSDC.
Selengkapnya di halaman SPK →Unibase adalah protokol infrastruktur AI terdesentralisasi yang memberikan AI agent memori persisten, interoperabilitas, dan kemampuan untuk berkembang secara mandiri. Protokol ini mengatasi keterbatasan stateless dan silo data melalui layer memori terdesentralisasi yang menggabungkan penyimpanan terverifikasi, komunikasi antar-agent, dan ketersediaan data berkecepatan tinggi. UB digunakan untuk biaya protokol, tata kelola, staking, serta reward berbasis kontribusi pengetahuan.
Selengkapnya di halaman UB →