Perbedaan Spark dan TAC Protocol: Spark diperdagangkan di Rp315,29 (kapitalisasi pasar Rp937,54M, volume 24 jam Rp228,23M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp55,08 (kapitalisasi pasar Rp259,85M, volume 24 jam Rp107,33M). Perbedaan utamanya: Spark jauh lebih besar — sekitar 3,6× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai Spark dibatasi (3B / 10B SPK (30%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Spark selama 11 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| SPK | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp937,54M | Rp259,85M |
Volume (24h) | Rp228,23M | Rp107,33M |
Suplai yang Beredar | 3B / 10B SPK (30%) | 4,8B TAC |
Typical Hold Time | 11 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Spark adalah alokator modal on-chain dengan $3,86 miliar yang dikerahkan di DeFi, CeFi, dan aset dunia nyata (RWA). Spark meningkatkan efisiensi modal secara skala besar dengan menyeimbangkan alokasi secara otomatis sesuai kondisi pasar, sambil menjaga profil risiko konservatif. Proyek ini mengatasi inefisiensi DeFi seperti likuiditas terfragmentasi, imbal hasil tidak stabil, dan stablecoin yang menganggur, serta menyediakan likuiditas dalam, konsisten, dan pendapatan bebas biaya melalui produk seperti sUSDS dan sUSDC.
Selengkapnya di halaman SPK →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →