Perbedaan Spark dan STBL: Spark diperdagangkan di Rp315,4 (kapitalisasi pasar Rp937,54M, volume 24 jam Rp228,23M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp415,42 (kapitalisasi pasar Rp289,22M, volume 24 jam Rp41,9M). Perbedaan utamanya: Spark jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar Spark 3B / 10B SPK (30%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Spark selama 11 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| SPK | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp937,54M | Rp289,22M |
Volume (24h) | Rp228,23M | Rp41,9M |
Suplai yang Beredar | 3B / 10B SPK (30%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 11 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Spark adalah alokator modal on-chain dengan $3,86 miliar yang dikerahkan di DeFi, CeFi, dan aset dunia nyata (RWA). Spark meningkatkan efisiensi modal secara skala besar dengan menyeimbangkan alokasi secara otomatis sesuai kondisi pasar, sambil menjaga profil risiko konservatif. Proyek ini mengatasi inefisiensi DeFi seperti likuiditas terfragmentasi, imbal hasil tidak stabil, dan stablecoin yang menganggur, serta menyediakan likuiditas dalam, konsisten, dan pendapatan bebas biaya melalui produk seperti sUSDS dan sUSDC.
Selengkapnya di halaman SPK →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →