Perbedaan Spell Token dan Turtle: Spell Token diperdagangkan di Rp1,39 (kapitalisasi pasar Rp271,62M, volume 24 jam Rp23,29M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp773,45 (kapitalisasi pasar Rp119,57M, volume 24 jam Rp15,91M). Perbedaan utamanya: Spell Token jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai Turtle dibatasi (154,7M / 1B TURTLE (16%)), sedangkan Spell Token terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Spell Token selama 44 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| SPELL | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp271,62M | Rp119,57M |
Volume (24h) | Rp23,29M | Rp15,91M |
Suplai yang Beredar | 195,2B SPELL | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 44 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Spell Token adalah token reward yang diasosiasikan dengan abracadabra.money, sebuah platform pendanaan yang menggunakan interest-bearing tokens (ibTKNs) sebagai kolateral untuk meminjam stablecoin USD yaitu Magic Internet Money (MIM). Token SPELL bisa di-farming dengan menyediakan likuiditas pada salah satu dari beragam pool. SPELL juga bisa digunakan untuk staking dan token tersebut bisa memperoleh bagian dari biaya platform (bunga, biaya pinjaman, dan 10% dari biaya likuidasi untuk pasar tertentu), yang digabungkan secara otomatis.
Selengkapnya di halaman SPELL →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →