Perbedaan Solana dan Tellor: Solana diperdagangkan di Rp1.393.604 (kapitalisasi pasar Rp820,35T, volume 24 jam Rp37,88T), sedangkan Tellor diperdagangkan di Rp269.825 (kapitalisasi pasar Rp752,02M, volume 24 jam Rp126,51M). Perbedaan utamanya: Solana jauh lebih besar — sekitar 1090,9× kapitalisasi pasar Tellor, dan suplai beredar Solana 582,4M SOL dibanding 2,8M TRB milik Tellor. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Solana selama 66 Hari dan Tellor selama 34 Hari.
| SOL | TRB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp820,35T | Rp752,02M |
Volume (24h) | Rp37,88T | Rp126,51M |
Suplai yang Beredar | 582,4M SOL | 2,8M TRB |
Typical Hold Time | 66 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
SOL adalah token dari Solana, sebuah proyek open source yang mengimplementasikan blockchain baru, berkinerja tinggi, dan permissionless. Solana juga merupakan blockchain tercepat di dunia dan ekosistem dengan pertumbuhan tercepat di crypto. Kini memiliki lebih dari 400 proyek yang mencakup DeFi, NFT, Web3 dan banyak lainnya. Arsitektur blockchain Solana dibangun berdasarkan Proof of History (PoH); sebuah bukti untuk memverifikasi urutan dan berlalunya waktu antara peristiwa.
Selengkapnya di halaman SOL →Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →