Perbedaan Sky dan TAC Protocol: Sky diperdagangkan di Rp1.129 (kapitalisasi pasar Rp25,93T, volume 24 jam Rp325,49M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp52,54 (kapitalisasi pasar Rp253,95M, volume 24 jam Rp109,75M). Perbedaan utamanya: Sky jauh lebih besar — sekitar 102,1× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai Sky dibatasi (23,3B / 23,5B SKY (100%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Sky selama 14 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| SKY | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp25,93T | Rp253,95M |
Volume (24h) | Rp325,49M | Rp109,75M |
Suplai yang Beredar | 23,3B / 23,5B SKY (100%) | 4,8B TAC |
Typical Hold Time | 14 Hari | 4 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token SKY saat ini diperdagangkan pada Rp1.080,73 dengan kapitalisasi pasar Rp25,33 triliun. Sinyal teknis keseluruhan bullish dengan moving averages yang mendukung tren naik, sementara osilator netral. Token mendekati level pivot Rp1.083 dengan resistance utama di Rp1.119. Supply hampir maksimal dengan sirkulasi 100%, menunjukkan tokenomics yang matang.
Outlook jangka pendek positif didukung momentum teknis, namun investor perlu waspada terhadap volatilitas tinggi kripto dan sentimen negatif dari beberapa analis eksternal. Risiko utama termasuk tekanan jual di level resistance dan ketidakpastian regulasi sektor kripto secara global.
TAC Protocol saat ini diperdagangkan pada Rp54.88 dengan kapitalisasi pasar Rp254,05 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish secara keseluruhan meskipun osilator memberikan sinyal bullish. Token berada di zona resistensi R1 (Rp55) dengan support kuat di S1 (Rp46). RSI jangka pendek menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem di level 6.06, sementara ADX mengindikasikan tren bearish yang kuat. Hold time rata-rata hanya 4 hari mencerminkan aktivitas trading jangka pendek yang tinggi.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang muncul dari momentum oversold RSI yang bisa memicu rebound teknis, namun tekanan bearish dari moving average dan posisi dekat resistance membatasi ruang naik. Risiko utama termasuk likuiditas terbatas, volatilitas ekstrem, dan kurangnya perkembangan fundamental yang signifikan dalam ekosistem protocol.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Sky (SKY) adalah token tata kelola dari Sky Protocol dan versi baru dari MakerDAO, yang dirancang untuk membuat DeFi lebih mudah diakses, skalabel, dan memberi lebih banyak imbalan lewat arsitektur modular dan alat non-kustodial.
Selengkapnya di halaman SKY →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →