Perbedaan Sky dan Subsquid: Sky diperdagangkan di Rp1.125 (kapitalisasi pasar Rp26,13T, volume 24 jam Rp335,07M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp550,47 (kapitalisasi pasar Rp556,79M, volume 24 jam Rp73,36M). Perbedaan utamanya: Sky jauh lebih besar — sekitar 46,9× kapitalisasi pasar Subsquid, dan suplai beredar Sky 23,3B / 23,5B SKY (100%) dibanding 1B / 1,3B SQD (76%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Sky selama 14 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| SKY | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp26,13T | Rp556,79M |
Volume (24h) | Rp335,07M | Rp73,36M |
Suplai yang Beredar | 23,3B / 23,5B SKY (100%) | 1B / 1,3B SQD (76%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 8 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token SKY saat ini diperdagangkan di Rp1.125,38 dengan kapitalisasi pasar Rp26,17 triliun, menunjukkan sinyal teknis bullish dari moving averages meskipun RSI jangka pendek menunjukkan kondisi overbought. Token telah mencapai tingkat sirkulasi penuh 100% dengan supply maksimum 23,5 juta SKY. Posisi harga saat ini berada di dekat resistance kunci R1 (Rp1.128) setelah menunjukkan performa positif dalam beberapa waktu terakhir.
Outlook keseluruhan netral-bullish dengan momentum teknis positif namun perlu waspada terhadap kondisi overbought jangka pendek. Peluang utama terletak pada momentum bullish dan likuiditas yang baik, sementara risiko utama mencakup volatilitas tinggi dan tekanan jual di level resistance. Investor disarankan memantau breakout di atas Rp1.128 untuk konfirmasi trend lanjutan.
Token SQD saat ini diperdagangkan pada Rp548,17 dengan kapitalisasi pasar Rp554,02 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish berdasarkan moving averages dan ADX. Supply yang terbatas (1,3 juta token) dengan 76% sudah beredar memberikan dasar fundamental yang kuat, namun volume dan likuiditas terbatas. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan dalam beberapa pekan terakhir berdasarkan CoinGecko per 2024.
Outlook keseluruhan netral-cenderung bearish dengan risiko volatilitas tinggi karena likuiditas rendah. Peluang utama terletak pada tokenomics yang ketat, sementara risiko utama mencakup tekanan jual teknis dan eksposur terbatas di pasar kripto global. Investor harus memantau level support kunci di Rp531 dan Rp515.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Sky (SKY) adalah token tata kelola dari Sky Protocol dan versi baru dari MakerDAO, yang dirancang untuk membuat DeFi lebih mudah diakses, skalabel, dan memberi lebih banyak imbalan lewat arsitektur modular dan alat non-kustodial.
Selengkapnya di halaman SKY →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →