Perbedaan SHIBA INU dan TAC Protocol: SHIBA INU diperdagangkan di Rp0,079 (kapitalisasi pasar Rp46,54T, volume 24 jam Rp1,02T), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp48,92 (kapitalisasi pasar Rp227,77M, volume 24 jam Rp23,22M). Perbedaan utamanya: SHIBA INU jauh lebih besar — sekitar 204,3× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai SHIBA INU dibatasi (589,2T / 589,6T SHIB (100%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SHIBA INU selama 103 Hari dan TAC Protocol selama 5 Hari.
| SHIB | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp46,54T | Rp227,77M |
Volume (24h) | Rp1,02T | Rp23,22M |
Suplai yang Beredar | 589,2T / 589,6T SHIB (100%) | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 103 Hari | 5 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
SHIB menunjukkan sinyal teknis bearish dengan harga terkini Rp0,07934 dan kapitalisasi pasar Rp46,86T. Moving averages memberikan sinyal jual kuat (13 jual vs 0 beli), sementara osilator netral. Token telah mencapai sirkulasi penuh 100% dengan rata-rata hold time 103 hari. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat.
Outlook keseluruhan bearish dalam jangka pendek. Peluang terbatas pada potensi rebound dari level oversold RSI, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual dari moving averages dominan. Investor perlu waspada terhadap likuiditas rendah dan ketiadaan support/resistance level yang jelas.
TAC Protocol saat ini diperdagangkan pada harga Rp50,595 dengan kapitalisasi pasar Rp235,59 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish berdasarkan rata-rata bergerak. Token ini menghadapi tekanan jual dengan support kunci di Rp48–50 dan resistance di Rp52–55. RSI jangka pendek menunjukkan kondisi oversold, namun tidak ada update fundamental signifikan yang dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati karena momentum bearish dan volume perdagangan terbatas. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari level support, sementara risiko termasuk volatilitas tinggi dan likuiditas rendah. Investor harus memantau perkembangan protokol dan aktivitas on-chain untuk konfirmasi tren.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Shiba Inu (SHIB) adalah token yang dibuat sebagai alternatif berbasis Ethereum untuk Dogecoin (DOGE). Ekosistem Token Shiba Inu mendukung proyek seperti inkubator seni NFT dan pertukaran terdesentralisasi Shibaswap.
Selengkapnya di halaman SHIB →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →