Perbedaan MyShell dan HumidiFi: MyShell diperdagangkan di Rp353,67 (kapitalisasi pasar Rp144,5M, volume 24 jam Rp81,59M), sedangkan HumidiFi diperdagangkan di Rp1.231 (kapitalisasi pasar Rp209,06M, volume 24 jam Rp44,1M). Perbedaan utamanya: HumidiFi lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar MyShell 409,1M / 1B SHELL (41%) dibanding 170,7M / 1B WET (18%) milik HumidiFi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan MyShell selama 21 Hari dan HumidiFi selama 7 Hari.
| SHELL | WET | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp144,5M | Rp209,06M |
Volume (24h) | Rp81,59M | Rp44,1M |
Suplai yang Beredar | 409,1M / 1B SHELL (41%) | 170,7M / 1B WET (18%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →HumidiFi adalah DEX terbesar di Solana berdasarkan volume, memproses lebih dari $1 miliar per hari dan mencatat sekitar 35% aktivitas spot di jaringan. Sebagai “prop AMM”, platform ini menggabungkan eksekusi on-chain dengan logika market-making institusional untuk menghadirkan spread lebih ketat, likuiditas lebih dalam, dan eksekusi lebih optimal dibandingkan DEX atau CEX pada umumnya.
Selengkapnya di halaman WET →