Perbedaan MyShell dan UMA: MyShell diperdagangkan di Rp353,63 (kapitalisasi pasar Rp144,09M, volume 24 jam Rp81,1M), sedangkan UMA diperdagangkan di Rp5.936 (kapitalisasi pasar Rp530,97M, volume 24 jam Rp33M). Perbedaan utamanya: UMA jauh lebih besar — sekitar 3,7× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai MyShell dibatasi (409,1M / 1B SHELL (41%)), sedangkan UMA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan MyShell selama 21 Hari dan UMA selama 72 Hari.
| SHELL | UMA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp144,09M | Rp530,97M |
Volume (24h) | Rp81,1M | Rp33M |
Suplai yang Beredar | 409,1M / 1B SHELL (41%) | 90,6M UMA |
Typical Hold Time | 21 Hari | 72 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →UMA, atau Universal Market Access, adalah protokol untuk penciptaan aset sintetis berbasis blockchain Ethereum (ETH). UMA memungkinkan counterparty untuk mendigitalkan dan mengotomatiskan setiap derivatif keuangan dunia nyata, seperti kontrak berjangka, kontrak untuk perbedaan (CFD), atau swap total return.
Selengkapnya di halaman UMA →