Perbedaan MyShell dan Tellor: MyShell diperdagangkan di Rp353,67 (kapitalisasi pasar Rp144,15M, volume 24 jam Rp79,99M), sedangkan Tellor diperdagangkan di Rp241.532 (kapitalisasi pasar Rp674,39M, volume 24 jam Rp1,19T). Perbedaan utamanya: Tellor jauh lebih besar — sekitar 4,7× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai MyShell dibatasi (409,1M / 1B SHELL (41%)), sedangkan Tellor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan MyShell selama 21 Hari dan Tellor selama 34 Hari.
| SHELL | TRB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp144,15M | Rp674,39M |
Volume (24h) | Rp79,99M | Rp1,19T |
Suplai yang Beredar | 409,1M / 1B SHELL (41%) | 2,8M TRB |
Typical Hold Time | 21 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →