Perbedaan MyShell dan SUPRA: MyShell diperdagangkan di Rp353,61 (kapitalisasi pasar Rp144,73M, volume 24 jam Rp80,56M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,16 (kapitalisasi pasar Rp106,04M, volume 24 jam Rp6,38M). Perbedaan utamanya: MyShell lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar MyShell 409,1M / 1B SHELL (41%) dibanding 32,7B / 100B SUPRA (33%) milik SUPRA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan MyShell selama 21 Hari dan SUPRA selama 17 Hari.
| SHELL | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp144,73M | Rp106,04M |
Volume (24h) | Rp80,56M | Rp6,38M |
Suplai yang Beredar | 409,1M / 1B SHELL (41%) | 32,7B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →