Perbedaan SafePal dan STBL: SafePal diperdagangkan di Rp4.061 (kapitalisasi pasar Rp2,02T, volume 24 jam Rp45,73M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp416,06 (kapitalisasi pasar Rp289,22M, volume 24 jam Rp41,9M). Perbedaan utamanya: SafePal jauh lebih besar — sekitar 7× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar SafePal 500M / 500M SFP (100%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SafePal selama 23 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| SFP | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,02T | Rp289,22M |
Volume (24h) | Rp45,73M | Rp41,9M |
Suplai yang Beredar | 500M / 500M SFP (100%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
SafePal, diluncurkan pada tahun 2018, adalah wallet mata uang kripto yang dirancang untuk membantu pengguna mengamankan dan mengelola aset digital mereka. Wallet ini menawarkan wallet perangkat keras dan perangkat lunak, yang dapat dihubungkan dan dikontrol melalui Aplikasi SafePal. Wallet ini merupakan wallet perangkat keras pertama yang menerima investasi dan dukungan dari Binance.
Selengkapnya di halaman SFP →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →