Perbedaan Stader dan Yield Basis: Stader diperdagangkan di Rp1.844 (kapitalisasi pasar Rp130,78M, volume 24 jam Rp11,57M), sedangkan Yield Basis diperdagangkan di Rp1.414 (kapitalisasi pasar Rp222,17M, volume 24 jam Rp49,72M). Perbedaan utamanya: Yield Basis lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Stader 70,8M / 120M SD (59%) dibanding 157,4M / 1B YB (16%) milik Yield Basis. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Stader selama 13 Hari dan Yield Basis selama 6 Hari.
| SD | YB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp130,78M | Rp222,17M |
Volume (24h) | Rp11,57M | Rp49,72M |
Suplai yang Beredar | 70,8M / 120M SD (59%) | 157,4M / 1B YB (16%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 6 Hari |
Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →YieldBasis adalah protokol DeFi yang dibangun di atas Curve Finance, memungkinkan pengguna memperoleh yield pada aset seperti Bitcoin dengan meminimalkan impermanent loss. Protokol ini menggunakan mekanisme leverage majemuk tetap 2× agar posisi LP mengikuti harga aset dasar secara 1:1. Token YB mendukung governance melalui model vote-escrowed (veYB) serta memungkinkan pemegangnya berbagi pendapatan protokol.
Selengkapnya di halaman YB →