Perbedaan Stader dan Turtle: Stader diperdagangkan di Rp1.843 (kapitalisasi pasar Rp130,17M, volume 24 jam Rp12,46M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp773,45 (kapitalisasi pasar Rp119,39M, volume 24 jam Rp18,42M). Perbedaan utamanya: Stader dan Turtle berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Stader 70,8M / 120M SD (59%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Stader selama 13 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| SD | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp130,17M | Rp119,39M |
Volume (24h) | Rp12,46M | Rp18,42M |
Suplai yang Beredar | 70,8M / 120M SD (59%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 12 Hari |
Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →