Perbedaan Stader dan Tensor: Stader diperdagangkan di Rp1.844 (kapitalisasi pasar Rp130,78M, volume 24 jam Rp11,57M), sedangkan Tensor diperdagangkan di Rp566,14 (kapitalisasi pasar Rp298,73M, volume 24 jam Rp76,69M). Perbedaan utamanya: Tensor jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Stader, dan suplai Stader dibatasi (70,8M / 120M SD (59%)), sedangkan Tensor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Stader selama 13 Hari dan Tensor selama 35 Hari.
| SD | TNSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp130,78M | Rp298,73M |
Volume (24h) | Rp11,57M | Rp76,69M |
Suplai yang Beredar | 70,8M / 120M SD (59%) | 526,9M TNSR |
Typical Hold Time | 13 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →Tensor adalah pasar NFT terbesar di Solana: 60-70% dari volume NFT Solana mengalir melalui protokol pasar Tensor setiap hari. Tensor diluncurkan pada bulan Juli 2022 dan mendapatkan momentum karena menawarkan pengalaman perdagangan NFT yang cepat dan profesional di Solana. Dalam waktu kurang dari setahun, Tensor dengan cepat naik ke posisi #1 sebagai pasar NFT teratas. Sejak itu, sebagian besar kolektor dan pedagang NFT Solana menggunakan Tensor sebagai pasar NFT harian mereka karena menyediakan cakupan terluas dari proyek NFT terbaru di Solana.
Selengkapnya di halaman TNSR →