Perbedaan Stader dan TAC Protocol: Stader diperdagangkan di Rp1.993 (kapitalisasi pasar Rp140,84M, volume 24 jam Rp20,43M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp55,09 (kapitalisasi pasar Rp267,36M, volume 24 jam Rp106,53M). Perbedaan utamanya: TAC Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Stader dibatasi (70,8M / 120M SD (59%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Stader selama 11 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| SD | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp140,84M | Rp267,36M |
Volume (24h) | Rp20,43M | Rp106,53M |
Suplai yang Beredar | 70,8M / 120M SD (59%) | 4,8B TAC |
Typical Hold Time | 11 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →