Perbedaan Stader dan Slash Vision Labs: Stader diperdagangkan di Rp2.002 (kapitalisasi pasar Rp142,06M, volume 24 jam Rp19,45M), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp192,1 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp2,89M). Perbedaan utamanya: suplai Stader dibatasi (70,8M / 120M SD (59%)), sedangkan Slash Vision Labs terus bertambah, dan Stader lebih aktif diperdagangkan (Rp19,45M vs Rp2,89M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Stader selama 11 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| SD | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp142,06M | -- |
Volume (24h) | Rp19,45M | Rp2,89M |
Suplai yang Beredar | 70,8M / 120M SD (59%) | -- |
Typical Hold Time | 11 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →