Perbedaan Stader dan SUPRA: Stader diperdagangkan di Rp1.993 (kapitalisasi pasar Rp141,52M, volume 24 jam Rp19,7M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,7 (kapitalisasi pasar Rp122,09M, volume 24 jam Rp4,65M). Perbedaan utamanya: Stader lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Stader 70,8M / 120M SD (59%) dibanding 32,5B / 100B SUPRA (33%) milik SUPRA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Stader selama 11 Hari dan SUPRA selama 15 Hari.
| SD | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp141,52M | Rp122,09M |
Volume (24h) | Rp19,7M | Rp4,65M |
Suplai yang Beredar | 70,8M / 120M SD (59%) | 32,5B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 11 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →