Perbedaan Stader dan Streamflow: Stader diperdagangkan di Rp1.837 (kapitalisasi pasar Rp130,17M, volume 24 jam Rp12,46M), sedangkan Streamflow diperdagangkan di Rp144,83 (kapitalisasi pasar Rp38,3M, volume 24 jam Rp1,17M). Perbedaan utamanya: Stader jauh lebih besar — sekitar 3,4× kapitalisasi pasar Streamflow, dan suplai beredar Stader 70,8M / 120M SD (59%) dibanding 254,5M / 1B STREAM (26%) milik Streamflow. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Stader selama 13 Hari dan Streamflow selama 28 Hari.
| SD | STREAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp130,17M | Rp38,3M |
Volume (24h) | Rp12,46M | Rp1,17M |
Suplai yang Beredar | 70,8M / 120M SD (59%) | 254,5M / 1B STREAM (26%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 28 Hari |
Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →Streamflow menghadirkan infrastruktur token yang aman, mudah digunakan, dan andal untuk menciptakan serta mendistribusikan token di sepanjang siklus hidupnya—dari peluncuran hingga jatuh tempo. Dengan menyelesaikan masalah ketidakselarasan insentif, Streamflow memastikan ekonomi token yang berkelanjutan.
Selengkapnya di halaman STREAM →