Perbedaan Stader dan Somnia: Stader diperdagangkan di Rp2.004 (kapitalisasi pasar Rp141,52M, volume 24 jam Rp19,7M), sedangkan Somnia diperdagangkan di Rp1.874 (kapitalisasi pasar Rp453,5M, volume 24 jam Rp100,77M). Perbedaan utamanya: Somnia jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Stader, dan suplai beredar Stader 70,8M / 120M SD (59%) dibanding 243,2M / 1B SOMI (25%) milik Somnia. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Stader selama 11 Hari dan Somnia selama 31 Hari.
| SD | SOMI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp141,52M | Rp453,5M |
Volume (24h) | Rp19,7M | Rp100,77M |
Suplai yang Beredar | 70,8M / 120M SD (59%) | 243,2M / 1B SOMI (25%) |
Typical Hold Time | 11 Hari | 31 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →Somnia adalah blockchain Layer 1 yang kompatibel dengan EVM, dirancang untuk aplikasi real-time berskala besar di bidang gaming, sosial, metaverse, dan DeFi. Arsitektur MultiStream miliknya mampu memproses lebih dari satu juta transaksi per detik dengan finalitas sub-detik, menghadirkan skalabilitas tanpa hambatan sekaligus menjaga desentralisasi. Dengan eksekusi EVM terkompilasi, IceDB untuk latensi ultra-rendah, dan kompresi canggih, Somnia memastikan interaksi berkecepatan tinggi dan berbiaya rendah untuk aplikasi konsumen generasi berikutnya.
Selengkapnya di halaman SOMI →