Perbedaan Stader dan Suilend: Stader diperdagangkan di Rp1.839 (kapitalisasi pasar Rp129,99M, volume 24 jam Rp12,1M), sedangkan Suilend diperdagangkan di Rp882,28 (kapitalisasi pasar Rp65,02M, volume 24 jam Rp1,62M). Perbedaan utamanya: Stader lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Stader 70,8M / 120M SD (59%) dibanding 70,6M / 100M SEND (71%) milik Suilend. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Stader selama 13 Hari dan Suilend selama 14 Hari.
| SD | SEND | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp129,99M | Rp65,02M |
Volume (24h) | Rp12,1M | Rp1,62M |
Suplai yang Beredar | 70,8M / 120M SD (59%) | 70,6M / 100M SEND (71%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 14 Hari |
Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →Sejak diluncurkan pada bulan Maret, Suilend telah menjadi salah satu platform DeFi utama di Sui. Kini Suilend berkembang dengan Sui DeFi Suite—lending, LST, swap, dan AMM—untuk membangun superapp DeFi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SEND →