Perbedaan Scallop dan Tezos: Scallop diperdagangkan di Rp170,99 (kapitalisasi pasar Rp26,21M, volume 24 jam Rp8,07M), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp4.095 (kapitalisasi pasar Rp4,49T, volume 24 jam Rp134,71M). Perbedaan utamanya: Tezos jauh lebih besar — sekitar 171,3× kapitalisasi pasar Scallop, dan suplai Scallop dibatasi (163,5M / 250M SCA (66%)), sedangkan Tezos terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Scallop selama 13 Hari dan Tezos selama 97 Hari.
| SCA | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp26,21M | Rp4,49T |
Volume (24h) | Rp8,07M | Rp134,71M |
Suplai yang Beredar | 163,5M / 250M SCA (66%) | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 13 Hari | 97 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Scallop adalah protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) canggih yang dibangun di atas blockchain Sui. Protokol ini menawarkan berbagai layanan finansial, termasuk pinjaman, peminjaman, automated market making (AMM), dan manajemen aset. Dikembangkan oleh Scallop Labs dengan tim ahli di bidang DeFi, keamanan siber, dan fintech, Scallop didukung oleh investor ternama seperti CMS Holdings, 6th Man Ventures, KuCoin Labs, dan Mysten Labs. Selain itu, Scallop menjadi proyek DeFi pertama yang menerima hibah resmi dari Sui Foundation, menegaskan kualitas institusional dan fitur keamanannya yang kuat.
Selengkapnya di halaman SCA →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →