Perbedaan Scallop dan Streamflow: Scallop diperdagangkan di Rp119,79 (kapitalisasi pasar Rp24,21M, volume 24 jam Rp19,2M), sedangkan Streamflow diperdagangkan di Rp144,83 (kapitalisasi pasar Rp38,3M, volume 24 jam Rp1,17M). Perbedaan utamanya: Streamflow lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Scallop 160,8M / 250M SCA (65%) dibanding 254,5M / 1B STREAM (26%) milik Streamflow. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Scallop selama 14 Hari dan Streamflow selama 28 Hari.
| SCA | STREAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp24,21M | Rp38,3M |
Volume (24h) | Rp19,2M | Rp1,17M |
Suplai yang Beredar | 160,8M / 250M SCA (65%) | 254,5M / 1B STREAM (26%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 28 Hari |
Scallop adalah protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) canggih yang dibangun di atas blockchain Sui. Protokol ini menawarkan berbagai layanan finansial, termasuk pinjaman, peminjaman, automated market making (AMM), dan manajemen aset. Dikembangkan oleh Scallop Labs dengan tim ahli di bidang DeFi, keamanan siber, dan fintech, Scallop didukung oleh investor ternama seperti CMS Holdings, 6th Man Ventures, KuCoin Labs, dan Mysten Labs. Selain itu, Scallop menjadi proyek DeFi pertama yang menerima hibah resmi dari Sui Foundation, menegaskan kualitas institusional dan fitur keamanannya yang kuat.
Selengkapnya di halaman SCA →Streamflow menghadirkan infrastruktur token yang aman, mudah digunakan, dan andal untuk menciptakan serta mendistribusikan token di sepanjang siklus hidupnya—dari peluncuran hingga jatuh tempo. Dengan menyelesaikan masalah ketidakselarasan insentif, Streamflow memastikan ekonomi token yang berkelanjutan.
Selengkapnya di halaman STREAM →