Perbedaan Scallop dan Stader: Scallop diperdagangkan di Rp119,79 (kapitalisasi pasar Rp24,21M, volume 24 jam Rp19,2M), sedangkan Stader diperdagangkan di Rp1.837 (kapitalisasi pasar Rp129,82M, volume 24 jam Rp12,19M). Perbedaan utamanya: Stader jauh lebih besar — sekitar 5,4× kapitalisasi pasar Scallop, dan suplai beredar Scallop 160,8M / 250M SCA (65%) dibanding 70,8M / 120M SD (59%) milik Stader. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Scallop selama 14 Hari dan Stader selama 13 Hari.
| SCA | SD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp24,21M | Rp129,82M |
Volume (24h) | Rp19,2M | Rp12,19M |
Suplai yang Beredar | 160,8M / 250M SCA (65%) | 70,8M / 120M SD (59%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 13 Hari |
Scallop adalah protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) canggih yang dibangun di atas blockchain Sui. Protokol ini menawarkan berbagai layanan finansial, termasuk pinjaman, peminjaman, automated market making (AMM), dan manajemen aset. Dikembangkan oleh Scallop Labs dengan tim ahli di bidang DeFi, keamanan siber, dan fintech, Scallop didukung oleh investor ternama seperti CMS Holdings, 6th Man Ventures, KuCoin Labs, dan Mysten Labs. Selain itu, Scallop menjadi proyek DeFi pertama yang menerima hibah resmi dari Sui Foundation, menegaskan kualitas institusional dan fitur keamanannya yang kuat.
Selengkapnya di halaman SCA →Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →