Perbedaan Siacoin dan Tezos: Siacoin diperdagangkan di Rp11,07 (kapitalisasi pasar Rp622,83M, volume 24 jam Rp75,22M), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp4.099 (kapitalisasi pasar Rp4,49T, volume 24 jam Rp134,71M). Perbedaan utamanya: Tezos jauh lebih besar — sekitar 7,2× kapitalisasi pasar Siacoin, dan suplai beredar Siacoin 56B SC dibanding 1,1B XTZ milik Tezos. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Siacoin selama 58 Hari dan Tezos selama 97 Hari.
| SC | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp622,83M | Rp4,49T |
Volume (24h) | Rp75,22M | Rp134,71M |
Suplai yang Beredar | 56B SC | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 58 Hari | 97 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Siacoin (SC) adalah token utilitas asli Sia, sebuah platform penyimpanan cloud terdistribusi dan terdesentralisasi berbasis blockchain. Sia bertindak sebagai pasar yang aman untuk penyimpanan cloud di mana pengguna dapat menyewa akses ke ruang penyimpanan mereka yang tidak terpakai. Tujuan utama proyek ini adalah untuk menjadi "tulang punggung lapisan penyimpanan internet."
Selengkapnya di halaman SC →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →