Perbedaan Siacoin dan eCash: Siacoin diperdagangkan di Rp11,1 (kapitalisasi pasar Rp622,57M, volume 24 jam Rp75,69M), sedangkan eCash diperdagangkan di Rp0,122 (kapitalisasi pasar Rp2,44T, volume 24 jam Rp1,28T). Perbedaan utamanya: eCash jauh lebih besar — sekitar 3,9× kapitalisasi pasar Siacoin, dan suplai eCash dibatasi (20,1T / 21T XEC (96%)), sedangkan Siacoin terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Siacoin selama 58 Hari dan eCash selama 116 Hari.
| SC | XEC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp622,57M | Rp2,44T |
Volume (24h) | Rp75,69M | Rp1,28T |
Suplai yang Beredar | 56B SC | 20,1T / 21T XEC (96%) |
Typical Hold Time | 58 Hari | 116 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Siacoin (SC) adalah token utilitas asli Sia, sebuah platform penyimpanan cloud terdistribusi dan terdesentralisasi berbasis blockchain. Sia bertindak sebagai pasar yang aman untuk penyimpanan cloud di mana pengguna dapat menyewa akses ke ruang penyimpanan mereka yang tidak terpakai. Tujuan utama proyek ini adalah untuk menjadi "tulang punggung lapisan penyimpanan internet."
Selengkapnya di halaman SC →ECash (XEC) adalah versi baru dari Bitcoin Cash ABC (BCHA), yang merupakan cabang dari Bitcoin (BTC) dan Bitcoin Cash (BCH). XEC menyebut dirinya sebagai "cryptocurrency yang dirancang untuk digunakan sebagai uang elektronik." ECash secara spesifik bertujuan untuk menjadi sarana transaksi yang digunakan untuk membayar barang dan jasa.
Selengkapnya di halaman XEC →