Perbedaan Siacoin dan Turtle: Siacoin diperdagangkan di Rp8,39 (kapitalisasi pasar Rp468,19M, volume 24 jam Rp83,71M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp778,66 (kapitalisasi pasar Rp120,26M, volume 24 jam Rp18,41M). Perbedaan utamanya: Siacoin jauh lebih besar — sekitar 3,9× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai Turtle dibatasi (154,7M / 1B TURTLE (16%)), sedangkan Siacoin terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Siacoin selama 60 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| SC | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp468,19M | Rp120,26M |
Volume (24h) | Rp83,71M | Rp18,41M |
Suplai yang Beredar | 56B SC | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 60 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Siacoin (SC) adalah token utilitas asli Sia, sebuah platform penyimpanan cloud terdistribusi dan terdesentralisasi berbasis blockchain. Sia bertindak sebagai pasar yang aman untuk penyimpanan cloud di mana pengguna dapat menyewa akses ke ruang penyimpanan mereka yang tidak terpakai. Tujuan utama proyek ini adalah untuk menjadi "tulang punggung lapisan penyimpanan internet."
Selengkapnya di halaman SC →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →