Perbedaan Siacoin dan Theta Fuel: Siacoin diperdagangkan di Rp8,34 (kapitalisasi pasar Rp471,47M, volume 24 jam Rp30,49M), sedangkan Theta Fuel diperdagangkan di Rp128,75 (kapitalisasi pasar Rp956,75M, volume 24 jam Rp7,52M). Perbedaan utamanya: Theta Fuel jauh lebih besar — sekitar 2× kapitalisasi pasar Siacoin, dan suplai beredar Siacoin 56B SC dibanding 7,4B TFUEL milik Theta Fuel. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Siacoin selama 60 Hari dan Theta Fuel selama 47 Hari.
| SC | TFUEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp471,47M | Rp956,75M |
Volume (24h) | Rp30,49M | Rp7,52M |
Suplai yang Beredar | 56B SC | 7,4B TFUEL |
Typical Hold Time | 60 Hari | 47 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Siacoin (SC) adalah token utilitas asli Sia, sebuah platform penyimpanan cloud terdistribusi dan terdesentralisasi berbasis blockchain. Sia bertindak sebagai pasar yang aman untuk penyimpanan cloud di mana pengguna dapat menyewa akses ke ruang penyimpanan mereka yang tidak terpakai. Tujuan utama proyek ini adalah untuk menjadi "tulang punggung lapisan penyimpanan internet."
Selengkapnya di halaman SC →Theta Fuel (TFUEL) adalah salah satu dari dua token asli di blockchain Theta. TFUEL adalah token kedua di blockchain Theta yang berfungsi sebagai token utilitas dalam pengiriman video dan data terdesentralisasi, juga merupakan token gas. Ini digunakan untuk menggerakkan semua operasi di blockchain Theta, seperti pembayaran ke relai untuk berbagi aliran video, untuk menyebarkan dan berinteraksi dengan kontrak pintar, dan sebagai biaya yang terkait dengan transaksi NTF dan aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TFUEL →