Perbedaan Saros dan Walrus: Saros diperdagangkan di Rp7,22 (kapitalisasi pasar Rp25,21M, volume 24 jam Rp9,23M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp562,69 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp64,6M). Perbedaan utamanya: Walrus jauh lebih besar — sekitar 54,7× kapitalisasi pasar Saros, dan suplai beredar Saros 3,5B / 10B SAROS (36%) dibanding 2,5B / 5B WAL (50%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Saros selama 21 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| SAROS | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp25,21M | Rp1,38T |
Volume (24h) | Rp9,23M | Rp64,6M |
Suplai yang Beredar | 3,5B / 10B SAROS (36%) | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Saros adalah platform identitas digital dan super app di blockchain Solana. Dimulai dengan SarosSwap DEX, Saros kini berkembang menjadi ekosistem Web3 lengkap. Dompet non-kustodialnya menawarkan Social Login, Watch-only mode, dan dompet hibrida NFC untuk keamanan dan kenyamanan lebih baik. Dompet ini juga terintegrasi dengan SolanaPay untuk transaksi cepat melalui modul pembayaran internal.
Selengkapnya di halaman SAROS →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →