Perbedaan Saros dan Slash Vision Labs: Saros diperdagangkan di Rp6,26 (kapitalisasi pasar Rp24,09M, volume 24 jam Rp10,4M), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp58,97 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp2,3M). Perbedaan utamanya: suplai Saros dibatasi (3,7B / 10B SAROS (38%)), sedangkan Slash Vision Labs terus bertambah, dan Saros lebih aktif diperdagangkan (Rp10,4M vs Rp2,3M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Saros selama 23 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| SAROS | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp24,09M | -- |
Volume (24h) | Rp10,4M | Rp2,3M |
Suplai yang Beredar | 3,7B / 10B SAROS (38%) | -- |
Typical Hold Time | 23 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Saros adalah platform identitas digital dan super app di blockchain Solana. Dimulai dengan SarosSwap DEX, Saros kini berkembang menjadi ekosistem Web3 lengkap. Dompet non-kustodialnya menawarkan Social Login, Watch-only mode, dan dompet hibrida NFC untuk keamanan dan kenyamanan lebih baik. Dompet ini juga terintegrasi dengan SolanaPay untuk transaksi cepat melalui modul pembayaran internal.
Selengkapnya di halaman SAROS →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →