Perbedaan Saros dan STBL: Saros diperdagangkan di Rp7,22 (kapitalisasi pasar Rp25,21M, volume 24 jam Rp9,23M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp415,42 (kapitalisasi pasar Rp289,22M, volume 24 jam Rp41,9M). Perbedaan utamanya: STBL jauh lebih besar — sekitar 11,5× kapitalisasi pasar Saros, dan suplai beredar Saros 3,5B / 10B SAROS (36%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Saros selama 21 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| SAROS | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp25,21M | Rp289,22M |
Volume (24h) | Rp9,23M | Rp41,9M |
Suplai yang Beredar | 3,5B / 10B SAROS (36%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Saros adalah platform identitas digital dan super app di blockchain Solana. Dimulai dengan SarosSwap DEX, Saros kini berkembang menjadi ekosistem Web3 lengkap. Dompet non-kustodialnya menawarkan Social Login, Watch-only mode, dan dompet hibrida NFC untuk keamanan dan kenyamanan lebih baik. Dompet ini juga terintegrasi dengan SolanaPay untuk transaksi cepat melalui modul pembayaran internal.
Selengkapnya di halaman SAROS →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →