Perbedaan Saga dan Walrus: Saga diperdagangkan di Rp229,92 (kapitalisasi pasar Rp95,21M, volume 24 jam Rp88,5M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp562,07 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp64,6M). Perbedaan utamanya: Walrus jauh lebih besar — sekitar 14,5× kapitalisasi pasar Saga, dan suplai Walrus dibatasi (2,5B / 5B WAL (50%)), sedangkan Saga terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Saga selama 40 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| SAGA | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp95,21M | Rp1,38T |
Volume (24h) | Rp88,5M | Rp64,6M |
Suplai yang Beredar | 416,5M SAGA | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 40 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Saga adalah protokol Layer 1 yang memungkinkan developer untuk secara otomatis meluncurkan rantai terdedikasi yang tidak tergantung pada VM, diparalelkan, dan interoperabel, atau 'Chainlets', yang menyediakan aplikasi dengan skalabilitas horizontal tak terbatas. Setiap Chainlet adalah replika dari Mainnet Saga, dengan kumpulan validator dan model keamanan yang sama.
Selengkapnya di halaman SAGA →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →