Perbedaan Saga dan Taiko: Saga diperdagangkan di Rp227,41 (kapitalisasi pasar Rp94,43M, volume 24 jam Rp151,2M), sedangkan Taiko diperdagangkan di Rp1.235 (kapitalisasi pasar Rp251,4M, volume 24 jam Rp35,72M). Perbedaan utamanya: Taiko jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Saga, dan suplai Taiko dibatasi (202,9M / 1B TAIKO (21%)), sedangkan Saga terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Saga selama 40 Hari dan Taiko selama 8 Hari.
| SAGA | TAIKO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp94,43M | Rp251,4M |
Volume (24h) | Rp151,2M | Rp35,72M |
Suplai yang Beredar | 416,5M SAGA | 202,9M / 1B TAIKO (21%) |
Typical Hold Time | 40 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Saga adalah protokol Layer 1 yang memungkinkan developer untuk secara otomatis meluncurkan rantai terdedikasi yang tidak tergantung pada VM, diparalelkan, dan interoperabel, atau 'Chainlets', yang menyediakan aplikasi dengan skalabilitas horizontal tak terbatas. Setiap Chainlet adalah replika dari Mainnet Saga, dengan kumpulan validator dan model keamanan yang sama.
Selengkapnya di halaman SAGA →Taiko adalah ZK-Rollup setara Ethereum yang sepenuhnya open-source dan permissionless, dirancang untuk men-scalekan Ethereum secara native. Platform ini menawarkan pengalaman serupa Ethereum sambil menjaga desentralisasi penuh—siapa pun dapat menjalankan node, proposer, atau prover Taiko tanpa kontrol terpusat. Taiko memanfaatkan Ethereum block builders untuk menyusun blok dan transaksi, mendesentralisasi set sequencer sekaligus mewarisi keamanan dan jaminan liveness dari layer dasar. Jaringan ini mendukung lebih dari 100 proyek di berbagai sektor, termasuk DeFi, Gaming, media sosial, infrastruktur, dan tooling.
Selengkapnya di halaman TAIKO →