Perbedaan Saga dan MyShell: Saga diperdagangkan di Rp255,07 (kapitalisasi pasar Rp106,35M, volume 24 jam Rp165,3M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp355,46 (kapitalisasi pasar Rp144,72M, volume 24 jam Rp84,58M). Perbedaan utamanya: MyShell lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai MyShell dibatasi (409,1M / 1B SHELL (41%)), sedangkan Saga terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Saga selama 40 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| SAGA | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp106,35M | Rp144,72M |
Volume (24h) | Rp165,3M | Rp84,58M |
Suplai yang Beredar | 416,5M SAGA | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 40 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Saga adalah protokol Layer 1 yang memungkinkan developer untuk secara otomatis meluncurkan rantai terdedikasi yang tidak tergantung pada VM, diparalelkan, dan interoperabel, atau 'Chainlets', yang menyediakan aplikasi dengan skalabilitas horizontal tak terbatas. Setiap Chainlet adalah replika dari Mainnet Saga, dengan kumpulan validator dan model keamanan yang sama.
Selengkapnya di halaman SAGA →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →