Perbedaan Sonic dan Tellor: Sonic diperdagangkan di Rp460,68 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp138,49M), sedangkan Tellor diperdagangkan di Rp269.825 (kapitalisasi pasar Rp748,34M, volume 24 jam Rp121,44M). Perbedaan utamanya: Sonic lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Sonic 2,9B S dibanding 2,8M TRB milik Tellor. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Sonic selama 31 Hari dan Tellor selama 34 Hari.
| S | TRB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,32T | Rp748,34M |
Volume (24h) | Rp138,49M | Rp121,44M |
Suplai yang Beredar | 2,9B S | 2,8M TRB |
Typical Hold Time | 31 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Sonic adalah platform Layer 1 yang kompatibel dengan EVM, dirancang untuk mendukung developer dengan infrastruktur yang tangguh serta insentif menarik untuk proyek DeFi. Dengan lebih dari 10.000 TPS dan waktu konfirmasi di bawah satu detik, Sonic berkontribusi pada masa depan aplikasi terdesentralisasi (dApps).
Selengkapnya di halaman S →Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →