Perbedaan Reserve Rights dan Starknet: Reserve Rights diperdagangkan di Rp21,07 (kapitalisasi pasar Rp1,3T, volume 24 jam Rp54,98M), sedangkan Starknet diperdagangkan di Rp408,22 (kapitalisasi pasar Rp2,78T, volume 24 jam Rp903,98M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Reserve Rights, dan suplai Reserve Rights dibatasi (62,6B / 100B RSR (63%)), sedangkan Starknet terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Reserve Rights selama 44 Hari dan Starknet selama 75 Hari.
| RSR | STRK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,3T | Rp2,78T |
Volume (24h) | Rp54,98M | Rp903,98M |
Suplai yang Beredar | 62,6B / 100B RSR (63%) | 6,8B STRK |
Typical Hold Time | 44 Hari | 75 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Reserve Rights merupakan token ERC-20 yang bisa digunakan sebagai token tata kelola untuk Reserve stablecoins (RTokens), di mana perubahan RTokens dapat diusulkan dan di-vote dengan RSR. Tidak seperti umumnya stablecoin yang nilainya didukung cadangan dolar AS dalam rekening bank di bawah kendali penerbit stablecoin atau kustodian tepercaya, stablecoin Reserve didukung oleh beberapa mata uang kripto yang dikelola oleh kontrak pintar.
Selengkapnya di halaman RSR →StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →