Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Reserve Rights (RSR) vs Subsquid (SQD)

Reserve RightsTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Reserve Rights dan Subsquid: Reserve Rights diperdagangkan di Rp21,07 (kapitalisasi pasar Rp1,3T, volume 24 jam Rp54,99M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp797,69 (kapitalisasi pasar Rp897,94M, volume 24 jam Rp75,62M). Perbedaan utamanya: Reserve Rights lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Reserve Rights 62,6B / 100B RSR (63%) dibanding 1,1B / 1,3B SQD (84%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Reserve Rights selama 44 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.

RSRSQD
Kap. Pasar
Rp1,3TRp897,94M
Volume (24h)
Rp54,99MRp75,62M
Suplai yang Beredar
62,6B / 100B RSR (63%)1,1B / 1,3B SQD (84%)
Typical Hold Time
44 Hari8 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

RSR
6% Beli94% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 44 Hari
SQD
34% Beli66% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 8 Hari

Tentang Reserve Rights

Reserve Rights merupakan token ERC-20 yang bisa digunakan sebagai token tata kelola untuk Reserve stablecoins (RTokens), di mana perubahan RTokens dapat diusulkan dan di-vote dengan RSR. Tidak seperti umumnya stablecoin yang nilainya didukung cadangan dolar AS dalam rekening bank di bawah kendali penerbit stablecoin atau kustodian tepercaya, stablecoin Reserve didukung oleh beberapa mata uang kripto yang dikelola oleh kontrak pintar.

Selengkapnya di halaman RSR

Tentang Subsquid

Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.

Selengkapnya di halaman SQD