Perbedaan Reserve Rights dan MyShell: Reserve Rights diperdagangkan di Rp22,56 (kapitalisasi pasar Rp1,41T, volume 24 jam Rp75,95M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp370,19 (kapitalisasi pasar Rp150,9M, volume 24 jam Rp68,25M). Perbedaan utamanya: Reserve Rights jauh lebih besar — sekitar 9,3× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai beredar Reserve Rights 62,6B / 100B RSR (63%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Reserve Rights selama 43 Hari dan MyShell selama 20 Hari.
| RSR | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,41T | Rp150,9M |
Volume (24h) | Rp75,95M | Rp68,25M |
Suplai yang Beredar | 62,6B / 100B RSR (63%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 43 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Reserve Rights merupakan token ERC-20 yang bisa digunakan sebagai token tata kelola untuk Reserve stablecoins (RTokens), di mana perubahan RTokens dapat diusulkan dan di-vote dengan RSR. Tidak seperti umumnya stablecoin yang nilainya didukung cadangan dolar AS dalam rekening bank di bawah kendali penerbit stablecoin atau kustodian tepercaya, stablecoin Reserve didukung oleh beberapa mata uang kripto yang dikelola oleh kontrak pintar.
Selengkapnya di halaman RSR →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →