Perbedaan Oasis Network dan Subsquid: Oasis Network diperdagangkan di Rp104 (kapitalisasi pasar Rp820,02M, volume 24 jam Rp26,23M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp544,01 (kapitalisasi pasar Rp549,64M, volume 24 jam Rp69,67M). Perbedaan utamanya: Oasis Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Oasis Network 7,9B / 10B ROSE (80%) dibanding 1B / 1,3B SQD (76%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Oasis Network selama 59 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| ROSE | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp820,02M | Rp549,64M |
Volume (24h) | Rp26,23M | Rp69,67M |
Suplai yang Beredar | 7,9B / 10B ROSE (80%) | 1B / 1,3B SQD (76%) |
Typical Hold Time | 59 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Oasis adalah jaringan blockchain layer-1 yang mengutamakan privasi dan mampu diperluas. Jaringan ini menyatukan kapasitas data yang tinggi dan gas fee yang rendah dengan arsitektur yang aman untuk Web3 generasi berikutnya dan akan mendukung DeFi, GameFi, NFTs, Metaverse, tokenisasi data, dan DAO data.
Selengkapnya di halaman ROSE →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →