Perbedaan Ronin dan STBL: Ronin diperdagangkan di Rp987,97 (kapitalisasi pasar Rp758,53M, volume 24 jam Rp59,46M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp415,42 (kapitalisasi pasar Rp289,22M, volume 24 jam Rp41,9M). Perbedaan utamanya: Ronin jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar Ronin 772,4M / 1B RONIN (78%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ronin selama 52 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| RONIN | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp758,53M | Rp289,22M |
Volume (24h) | Rp59,46M | Rp41,9M |
Suplai yang Beredar | 772,4M / 1B RONIN (78%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 52 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Ronin adalah blockchain EVM yang khusus dibuat untuk gaming. Diluncurkan oleh Sky Mavis, pencipta Web3 Axie Infinity yang telah menghasilkan pendapatan lebih dari $1.3 miliar, Ronin adalah satu-satunya blockchain yang terbukti dapat menyesuaikan skala sebuah game untuk menampung jutaan pengguna aktif harian dan telah memproses lebih dari $4 miliar volume NFT. Ronin dioptimalkan untuk transaksi hampir instan dan biaya yang sangat rendah yang memungkinkan jutaan transaksi dalam game terjadi dengan lancar, menjadikannya pilihan utama untuk game Web3.
Selengkapnya di halaman RONIN →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →